Senin, 18 Maret 2013

RANGKUMAN SAP MATEMATIKA&IAD (1.3)


-Pembahasan 3-


1.3. Mitos, Penalaran & Cara memperoleh Pengetahuan 


    A.  Mitos
Menurut A. Comte, bahwa dalam sejarah perkembangan manusia itu  ada tiga tahap, yaitu:
1.      Tahap teologi atau tahap metafisika
2.      Tahap filsafat
3.      Tahap positif atau tahap ilmu
Dalam tahap teologi atau tahap metafisika, manusia menyusun mitos atau dongeng untuk mengenal realita atau kenyataan, yaitu pengetahuan yang tidak obyektif, melainkan subyektif. Mitos ini diciptakan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia. Dalam alam pikiran, mitos, rasio atau penalaran belum terbentuk, yang bekerja hanya daya khayal, intuisi, maupun imajinasi.
Menurut C.A. van Peursen, mitos adalah suatu cerita yang memberikan pedoman atau arah tertentu kepada sekelompok orang. Cerita itu dapat ditularkan, dapat pula diungkapkan lewat tari-tarian atau pementasan wayang, dan sebagainya. Inti cerita adalah lambang-lambang yang mencetuskan pengalaman manusia beserta lambang kejahatan dan kebaikan, kehidupan dan kematian, dosa dan penyucian, juga perkawinan dan kesuburan.
Pada tahap teologi ini, manusia menemukan identitas dirinya. Manusia sebagai subyek yang masih terbuka dikelilingi oleh obyek yaitu alam, sehingga manusia mudah sekali dimasuki oleh daya dan kekuatan alam. Lewat mitos inilah, manusia dapat turut serta mengambil bagian dalam kejadian-kejadian alam sekitarnya, dan dapat menanggapi daya kekuatan alam.
Berikut ini akan dijelaskan contoh-contoh mengenai mitos, yaitu:
1.      Gunung api meletus hebat, menimbulkan gempa bumi, mengeluarkan lahar panas dan  awan panas, sehingga menimbulkan banyak korban manusia. Manusia pada tahap teologi (menurut A. Comte) atau pada tahap mitos (C.A. van Peursen) belum dapat melihat realita ini dengan inderanya.
2.      Gempa bumi diduga terjadi karena Atlas (raksasa yang memikul bumi pada bahunya) memindahkan bumi dari bahu yang satu ke bahu yang lain.
3.      Gerhana bulan disangka terjadi karena bulan dimakan raksasa.
4.      Bunyi guntur dikira ditimbulkan oleh roda kereta yang dikendarai dewa melintasi langit.
Mencari jawaban atas masalah seperti itu, dan menghubungkannya dengan makhluk-makhluk gaib, disebut berpikir secara irasional. Demikianlah manusia pada tahap mitos atau teologi menjawab keingintahuannya dengan menciptakan dongeng-dongeng atau mitos, karena alam pikirannya masih terbatas pada imajinasi atau intuisi.
B.  Penalaran Deduktif (rasionalisme)
Dengan bertambah majunya alam pikiran manusia dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos.
Menurut A. Comte, dalam perkembangan manusia sesudah tahap mitos, manusia berkembang dalam tahap filsafat. Pada tahap filsafat, rasio sudah terbentuk, tetapi belum ditemukan metode berpikir secara obyektif. Rasio sudah mulai dioperasikan, tetapi kurang obyektif. Berbeda dengan pada tahap teologi, pada tahap filsafat ini manusia mencoba mempergunakan rasionya untuk memahami obyek secara dangkal, tetapi obyek belum dimasuki secara metodologis yang definitif.
Perkembangan alam pikiran manusia merupakan suatu proses,  maka manusia tidak puas dengan pemikiran ini, sehingga berkembang ke dalam tahap positif atau tahap ilmu. Dalam tahap positif atau tahap ilmu ini, rasio sudah dioperasikan secara obyektif. Manusia menghadapi obyek dengan rasio.
Dalam menghadapi peristiwa-peristiwa alam, misalnya gunung api meletus yang menimbulkan banyak korban dan kerusakan, manusia tidak lagi mengadakan selamatan dengan tari-tarian dan nyanyian, tetapi akan mengamati peristiwa itu, mempelajari mengapa gunung api itu dapat meletus, kemudian berusaha mencari penyelesaian dengan tindakan-tindakan yang sesuai dengan hasil pengamatannya. Misalnya, dengan mencegah terjadinya letusan yang hebat. Untuk mengurangi banyaknya korban, penduduk di sekeliling gunung api tersebut dipindahkan ke daerah lain. Inilah bukti bahwa manusia lama-kelamaan tidak puas dengan mitos sebagai pemikiran yang irasional, kemudian mencari jawaban yang rasional.
Pemecahan secara rasional berarti mengandalkan rasio dalam usaha memperoleh pengetahuan yang benar. Kaum rasionalis mengembangkan paham yang disebut rasionalisme. Dalam menyusun pengetahuan, kaum rasionalis menggunakan penalaran deduktif. Penalaran deduktif adalah cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif ini menggunakan pola berpikir yang disebut silogisme. Silogisme itu terdiri atas dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Kedua pernyataan itu disebut  premis mayor dan premis minor. Kesimpulan atau konklusi diperoleh dengan penalaran deduktif dari kedua premis tersebut.
Dengan demikian, jelas bahwa penalaran deduktif ini pertama-tama harus mulai dengan pernyataan yang sudah pasti kebenarannya. Aksioma dasar ini yang dipakai untuk membangun sistem pemikirannya, diturunkan atau berasal dari idea yang menurut anggapannya jelas, tegas, dan pasti dalam pikiran manusia. Dengan penalaran deduktif ini dapat diperoleh bermacam-macam pengetahuan mengenai sesuatu obyek tertentu tanpa ada kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak. Di samping itu juga terdapat kesulitan untuk menerapkan konsep rasional kepada kehidupan praktis.  
C.  Penalaran Induktif (empirisme)
Pengetahuan yang diperoleh berdasarkan penalaran deduktif ternyata mempunyai kelemahan, maka muncullah pandangan lain yang berdasarkan pengalaman konkret. Mereka yang mengembangkan pengetahuan berdasarkan pengalaman konkret disebut penganut empirisme. Paham empirisme menganggap bahwa pengetahuan yang  benar ialah pengetahuan yang diperoleh langsung dari pengalaman konkret.
Penganut empirisme menyusun pengetahuan dengan menggunakan penalaran induktif. Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan, atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya, pada pengamatan atas logam besi, tembaga, aluminium, dan sebagainya, jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang diperoleh hanya dengan penalaran deduktif tidak dapat diandalkan karena bersifat abstrak dan lepas dari pengalaman. Demikian pula dengan pengetahuan yang diperoleh hanya dari penalaran induktif juga tidak dapat diandalkan karena kelemahan pancaindera. Karena itu himpunan pengetahuan yang diperoleh belum dapat disebut ilmu pengetahuan.   
D.  Pendekatan Ilmiah sebagai Kelahiran Ilmu Pengetahuan Alam
Metode keilmuan atau pendekatan ilmiah adalah perpaduan antara rasionalisme dan empirisme. Pengetahuan yang disusun dengan cara pendekatan ilmiah atau menggunakan metode keilmuan, diperoleh melalui kegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah ini dilaksanakan secara sistematik dan terkontrol berdasarkan atas data-data empiris. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menghasilkan suatu teori. Metode keilmuan itu bersifat obyektif, bebas dari keyakinan, perasaan dan prasangka pribadi, serta bersifat terbuka.
Jadi, suatu himpunan pengetahuan dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan bilamana cara memperolehnya menggunakan metode keilmuan, yaitu gabungan antara rasionalisme dan empirisme. Secara lengkap dapat dikatakan bahwa suatu himpunan pengetahuan dapat disebut Ilmu Pengetahuan Alam bilamana memenuhi persyaratan berikut, yaitu: obyeknya pengalaman manusia yang berupa gejala-gejala alam, yang dikumpulkan melalui metode keilmuan serta mempunyai manfaat untuk kesejahteraan manusia.

RANGKUMAN SAP MATEMATIKA & IAD (1.2)

  
-Pembahasan 2-


1.2  PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA

A.  Sifat Unik Manusia
Dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani manusia adalah lemah, sedangkan rohani, akal budi, dan kemauannya sangat kuat. Manusia tidak mempunyai tanduk, taji, ataupun sengat, maka untuk membela diri terhadap serangan dari makhluk lain dan untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan, manusia harus memanfaatkan akal budinya yang cemerlang. Kemauannya yang keras menyebabkan manusia dapat mengendalikan jasmaninya.
Hal ini dapat menimbulkan efek yang negatif misalnya, manusia dapat mogok makan, dapat minum-minuman keras sampai mabuk, dan bahkan dapat  bunuh diri. Kalau tubuh mendapat pengaruh yang negatif dari lingkungan, maka timbul reaksi yang mendorong tubuh supaya melepaskan diri dari lingkungan yang merugikan itu. Tetapi kemauan keras dapat memaksa tubuh supaya tetap menerima pengaruh yang negatif itu. Jadi, sifat unik manusia itu adalah akal budi dan kemauannya menaklukkan jasmaninya. 

B.  Rasa Ingin Tahu
Dengan pertolongan akal budinya, manusia menemukan berbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Tetapi adanya akal budi itu juga menimbulkan rasa ingin tahu yang selalu berkembang. Dengan kata lain, rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Akal budi manusia tidak pernah puas dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul di dalam pikirannya.

Kegiatan yang dilakukan manusia itu kadang-kadang kurang serasi dengan tujuannya sehingga tidak dapat menghasilkan pemecahan. Tetapi kegagalan biasanya tidak menimbulkan rasa putus asa, bahkan seringkali justru membangkitkan semangat yang lebih menyala-nyala untuk memecahkan persoalan. Dengan semangat yang makin berkobar ini diadakanlah kegiatan-kegiatan yang dianggap lebih serasi dan dapat diharapkan akan menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.
Kegiatan untuk mencari pemecahan dapat berupa:
1.      Penyelidikan langsung.  
2.      Penggalian hasil-hasil penyelidikan yang sudah pernah diperoleh orang lain.
3.      Kerjasama dengan penyelidik-penyelidik lain yang juga sedang memecahkan soal yang sama atau yang sejenis.
Sebenarnya setiap orang mempunyai rasa ingin tahu, meskipun kekuatan atau intensitasnya tidak semua sama, sedangkan bidang minatnyapun berbeda-beda. Rasa ingin tahu inilah yang dapat diperkuat ataupun diperlemah oleh lingkungan.
Jadi rasa ingin tahu tiap manusia pada setiap saat belum tentu sama kuat, demikian pula kelompok fenomena yang menimbulkan rasa ingin tahu biasanya berbeda-beda dan dapat berubah-ubah menurut keadaan. Tidak mungkin setiap individu mempunyai rasa ingin tahu yang sama kuat terhadap segala fenomena yang terjadi dari alam.
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari seperti bercocok tanam, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada hal-hal tentang keindahan.

C.  Rasa Ingin Tahu Menyebabkan Alam Pikiran Manusia Berkembang
 Ada dua macam perkembangan yang akan kita tinjau, yaitu:
1.      Perkembangan alam pikiran manusia sejak zaman purba hingga dewasa ini.
2.      Perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya
               Perkembangan alam pikiran dapat juga disebabkan oleh rangsangan dari luar, tanpa dorongan dari dalam yang berupa rasa ingin tahu. Jadi dengan kata lain, bahwa alam pikiran manusia berkembang terutama karena ada dorongan dari dalam, yaitu rasa ingin tahu.

       
 

                                                       

RANGKUMAN SAP MATEMATIKA & IAD (1.1)



Pendahuluan IAD                                                                                                                                                                                                -Pembahasan 1-
                                                                                  
Nama       : Fauzia Ade Prawita
Npm         : 12512829
Kelas        : 1PA08
Jurusan      : Psikologi

        1.    Pengertian Ilmu Alamiah dasar

ILMU ALAMIAH DASAR
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
A.    Manusia
Manusia adalah mahluk yang lemah di bandingkan mahluk lain . Namun dengan akal budinya serta kemauan yang kuat manusia dapat mengembangkan kemampuan dan tekhnologi . Dan dengan ilmu pengetahuan manusia bisa hidup lebih baik lagi . manusia adalah sebaik-baiknya mahluk yang telah di ciptakan tuhan . Patutnya syukurilah nikmat yang diberikan oleh Tuhan yang maha esa karena dengan nikmatnya kita diberikan akal untuk berfikir , membedakan yang baik dan buruk juga dapat memperoleh ilmu pengetahuan .
Sifat manusia selalu tidak pernah puas , maka ketersediaan sumber daya yang terbatas tidak bersesuaian dengan keinginan manusia yang tidak terbatas . Manusia pun mempunyai keinginan rasa ingin tahu terhadap rahasia alam , selalu mencoba mencari jawaban dengan pengamatan dan penggunaan pengalaman . Pengetahuan baru dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan disebut mitos .

B.     Mitos
Pengetahuan baru dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan disebut mitos . Cerita – cerita pada mitos disebut legenda . Kebenaran mitos masih bersifat simpang siur karena tidak ada bukti yang otentik dan disebarkan melalui cerita dari mulut ke mulut (lisan) . Mitos dapat diterima karena keterbatasan pengindraan , penalaran , dan hasrat ingin tahu yang harus di penuhi. Puncak pemikiran mitos adalah pada zaman Babilonia yaitu kira-kira 700-600 SM . Pengetahuan dan ajaran tentang orang Babiloniasetengahnyamerupakan dugaan,imajinasi,kepercayaan ,atau mitos. Pengetahuan ini disebut pseudo science (sains palsu). Ini adalah ilmu pengetahuan yang masih diragukan kebenarannya .

C.     Lahirnya Ilmu Alamiah
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi sebuah pengalaman . Pengalaman merupakan salah satunya alasan terbentuknya pengetahuan yakni kumpulan fakta-fakta yang pernah terjadi.

D.    Keterbatasan Ilmu Alamiah
Bidang ilmu alamiah yang menentukan ilmu alamiah adalah metode ilmiah . Tujuan ilmu alamiah adalah membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan. Manusialah yang menilai apakah ilmu yang dipakainya baik atau buruk .

E.     Pembagian Ilmu Pengetahuan
• Ilmu pengetahuan sosial
Yakni ilmu pengetahuan yang membahas hubungan antara manusia sebagai mahluk sosial . Bagaiman huhubungan antar balik manusia dengan manusia lainnya atau mahluk lain. Yang terbagi atas : Psikologi , Pendidikan , Antropologi , Etnologi, Sejarah, Ekonomi , dan Sosiologi.
• Ilmu Pengetahuan Alam
Yakni ilmu yang membahas tentang alam semesta , jagat raya dan seluruh isinya . Tentang penciptaan nya dan teori-teori pengetahuan yang bersifat ilmiah . Yang terbagi atas :
Fisika , Kimia , dan Biologi .
• Ilmu pengetahuan bumi dan antariksa
Yakni ilmu yang membahas tentang bumi dan isinya serta antariksa yaitu ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya . Yang terbagi atas : Geologi dan Astronomi.

Jumat, 18 Januari 2013

TUGAS RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR

Didalam semester ini, kita mempelajari 11 bab tentang ilmu budaya dasar yang terdapat dalam buku seri diktat kuliah mdku "ILMU BUDAYA DASAR" yg ditulis oleh Widyo Nugroho & Achmad Muchji dan diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.
11 bab yang kita pelajari antara lain :
Bab 1 : Tinjauan tentang ilmu budaya dasar
Bab 2 : Manusia dan kebudayaan
Bab 3 : Konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan
Bab 4 : Manusia dan cinta kasih
Bab 5 : Manusia dan keindahan
Bab 6 : Manusia dan penderitaan
Bab 7 : Manusia dan keadilan
Bab 8 : Manusia dan pandangan hidup
Bab 9 : Manusia dan tanggung jawab
Bab 10 : Manusia dan kegelisahan
Bab 11 : Manusia dan harapan


     Apa itu ILMU BUDAYA DASAR...? Suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan. Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada didalam masyarakat. Secara umum kebudayaan adalah jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pengertian menurut para ahli :
>  Menurut Selo Soemardjan, Kebudayaan adalah hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
>  Menurut  Sutan Takdir Alisyahbana, Kebudayaan adalah manifestasi cara berpikir.
Budaya adalah Suatu pola menyeluruh, budaya bersifat komplek, abstark dan luas.Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suati citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan :
-  Kebudayaan yang terdapat antara manusia sangat beragam
-  Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
-  Kebudayaan terjabar dari omponen biologi, psikologi dan sosiologi
-  Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya dikenal luarnya saja.
2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain.
3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tau perilaku manusia.
5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya.

Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem religi/Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3.Ilmu pengetahuan
4. Bahasa dan Kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan Teknologi

Kebudayaan berfungsi sebagai :
- Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
- Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
- Pembimbing kehidupan manusia
- Pembeda antar manusia dan binatang

Sifat Kebudayaan : 
> Etnosentis
> Universal
> Alkuturasi
> Adaptis
> Dinamis (Flexibel)
> Integratif (Integrasi)

Dari Ringkasan diatas dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dll yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


A.     Manusia dan Kebudayaan
Pengertian Manusia
Manusia adalah kumpulan dari partikel – partikel atom yang membentuk jaringan system, kumpulan dari berbagai system fisik yang berenergi serta saling terkait satu sama lain, termasuk makhluk biologis yang selalu ingin memperoleh keuntungan, juga tidak dapat berdiri sendiri, serta selalu ingin mempunyai kekuasaan.

Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
1.      Jasad : badan (anggota tubuh).
2.      Hayat : dapat melakukan pergerakan.
3.      Ruh : dapat memahami dan mempunyai daya kerja.
4.      Nafs : kesadaran terhadap diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
1.      Id : merupakan libido murni atau ciri alami dari dalam diri.
2.      Ego : sesuatu yang peranannya dapat dimengerti oleh orang lain.
3.      Superego : sebuah control diri yang tumbuh pada usia kira – kira 5 tahun pada lingkungan eksternal.
Hakikat Manusia :
1.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
3.      Makhluk Biokultural (Budayawi)
4.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan, berkualitas serta berkemampuan untuk berkerja / berkarya.

Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa, dan cipta masyarakat. Kebudayaan berasal dari pengetahuan manusia sebagai makhluk social. Atas dasar itu, para ahli  mengemukakan  adanya 7 unsur kebudayaan, antara lain :
1.      Unsur Religi.
2.      Sistem kemasyarakatan.
3.      Sistem peralatan.
4.      Sistem mata pencaharian hidup.
5.      Sistem bahasa.
6.      Sistem pengetahuan.
7.      Seni.

Bertitik pada inilah maka kebudayaan  paling sedikit memiliki 3 wujud, antara lain :
1.      Wujud kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan. (bersifat abstrak).
2.      Kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.      Kebudayaan sebagai hasil karya manusia.

B.      Manusia dan Cinta Kasih
Pengertian Cinta Kasih
Menurut WJS Poerdarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada), atau (rasa) sayang (kepada). Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta serta menaruh rasa belas kasihan.

Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, cinta memiliki 3 unsur :
1.      Keterikatan
2.      Keintiman
3.      Kemesraan

Cinta memiliki 3 tingkatan jika dimengerti di dalam Al – Qur’an, yaitu tinggi, menengah, dan rendah.
-          Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah.
-          Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami serta kerabat.
-          Cinta tingkat rendah adalah cinta yang mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, tempat tinggal.

Kasih Sayang
Kasih sayang adalah rasa sayang, cinta, suka kepada seseorang. Kasih sayang ini haruslah didasarkan adanya rasa tanggung jawab, saling percaya, pengorbanan, keterbukaan, kejujuran.
Kemesraan
Kemesraan adalah hubungan saling akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara.
Pemujaan
Pemujaan adalah suatu rasa manifestasi cinta kepada Tuhan.
Belas Kasihan
Belas kasihan adalah sebuah rasa yang tumbuh dari dalam diri dikarenakan ketidaktegaan terhadap sesuatu atau kejadian yang sedang dialami oleh seseorang.

C.      Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita, yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin.
Siksaan
Siksaan timbul akibat penderitaan. Siksaan yang bersifat psikis bisa berupa kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Ketakutan yang berlebihan disebut phobia.

Kekalutan Mental
Bisa disebut juga penderitaan batin. Dikarenakan adanya gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus dihadapi. Gejala kekalutan mental :
-          Jasmaninya sering merasa pusing, sesak nafas, demam, nyeri lambung.
-          Jiwanya sering cemas.

Tahap – tahap gangguan kejiwaan :
-          Pada jasmani dan rohaninya.
-          Lebih survive ke cara yang negative.
-          Mental breakdown.

Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental :
-          Berprikebadian lemah.
-          Adanya konflik social budaya.
-          Berlebihan terhadap kehidupan social.

Bentuk frustasi antara lain :
-          Agresi berupa kemarahan yang meluap – luap.
-          Regresi : kembali pada sifat kekanak – kanakan.
-          Fiksasi : membisu.
-          Proyeksi : melemparkan kelemahan diri terhadap orang lain.
-          Identifikasi : berkhayal sukses dalam imaginasinya.
-          Narsisme : mengeluarkan sikap yang berlebihan.
-          Autism : menutup diri secara total dari dunia riil.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat pada lingkungan kota besar, anak muda, wanita, orang yang tidak punya agama, orang yang terlalu mengejar materi.

Penderitaan terhadap manusia berupa :
-          Penderitaan akibat perbuatan manusia.
      -          Penderitaan yang timbul karena azab Tuhan